AMAL PERBUATAN MANUSIA DI LAPORKAN PADA SETIAP HARI SENIN DAN KAMIS

0
363
Salurkan Donasi Anda untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan yang dilaksanakan LENSA melalui rekening a.n YAYASAN LENSA BHINEKA NUSANTARA : 1. Bank Mandiri : (182-00-01377747-2), 2. BNI Syariah : (0782859358), 3. BRI : (4413-01-020121-53-6), dan 4. BJB : (0091819961100). Semoga bantuan Anda membawa Manfaat untuk semua. Aamiin..

Kenapa kita di sunatkan Puasa hari Senin dan Kamis, ini diantara pendapat para ulama, berdasarkan sebuah Hadits, Rasulullah SAW bersabda:

تعرض الاعمال يوم الاثنين والخميس على الله تعالى وتعرض على الانبياء وعلي الآباء والامهات يوم ااجمعة فيفر حون بحسناتهم وتزداد وجوههم بياضا واشراقا، فاتقوا الله، ولاتؤذوا موتاكم. (رواه الحكيم عن والد عبد العزيز)

“Catatan amal perbuatan dibeberkan dihadapan Allah pada hari senin dan hari kamis, dan ditampakan kepada para nabi, para ayah dan para ibu pada hari jum’at, lalu mereka bergembira dengan kebaikan amal perbuatan mereka dan wajah mereka makin bertambah putih dan cemerlang karena itu bertaqwalah kalian kepada Allah, dan janganlah kalian menyakiti orang-orang yang telah wafat”. (HR. Hakim melalui Walid Abdul Aziz).

Semua amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah SWT. setiap hari senin dan hari kamis. Pada hakikatnya Allah SWT., maha mengetahui semua amal perbuatan mereka, adapun yang disebutkan dalam hadits ini hanya untuk menunjukan keagungan dan kemahakuasaan Allah SWT. Para malaikat pencatat amal perbuatan melaporkan hasil catatan mereka mengenai amal perbuatan semua hamba Allah pada tiap hari senin dan kamis. Laporan yang dimaksud ialah laporan secara global karena sesungguhnya setiap hari dan malam ada malaikat-malaikat yang silih berganti mencatat amal perbuatan umat manusia, demikianlah menurut hadits lain.

Hal ini merupakan laporan yang bersifat terinci. Amal perbuatan mereka ditampakan kepada para nabi dan orang tua mereka pada setiap hari jum’at”, apabila amal perbuatan mereka banyak kebaikannya, maka para nabi dan orang tua mereka yang telah tiada turut bergembira didalam kubur mereka. Hal tersebut menambah wajah mereka lebih bercahaya dan berseri-seri. Tetapi jika amal perbuatan mereka “banyak keburukannya”, maka para nabi dan orang-orang tua mereka turut berduka cita dan sakit hati karenanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang tua kalian yang telah tiada melalui amal perbuatan buruk kalian.

Demikianlah…

H. Imam Syamsudin

Tanggapan Pembaca

Tanggapan