Saat ini Bank Syariah sudah sangat modern. Semua jenis transaksi mulai dari tabungan, deposito, kredit usaha, kredit rumah, kliring, dan sebagainya tersedia. Tidak kalah dari bank konvensional, mayoritas Bank Syariah terhubung dengan jaringan online ATM Bersama sehingga dapat tarik tunai dan transfer realtime dari/ke bank lain dengan mudah. Beberapa Bank Syariah seperti BNI Syariah juga telah memberikan layanan Internet Banking, SMS Banking, bahkan kartu kredit syariah sehingga lebih praktis dan nyaman dalam setiap transaksi.

Namun bukan hanya itu yang membuat BNI Syariah Kantor Cabang Sukabumi Lain dari yang lain. Yang membuat Bank Negara “BNI Syari’ah” ini unggul dan unik bukan hanya unggul dalam kinerja dan layanannya namun adalah banyaknya kegiatan yang inovatif dan edukatif seperti Pelaksanaan Pengajian rutin setiap hari Senin Sore berupa Kajian Kitab Kaifiyatus Shalat karya (Alm) KH. Muhammad Masthuro Pendiri Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Tipar Cisaat Sukabumi, yang sudah berjalan lebih dari 6 bulan, sebagaimana diungkapkan salah satu Karyawan BNI Syari’ah, Billi, yang aktif mengikuti pengajian tersebut. “Alhamdulilah saya sering ikut pengajian rutian setiap senin sore, yang kalo catatan saya pengajian ini mulai sejak 14 Januari 2019 lalu”. Jelasnya

Pengajian rutin yang di ampu oleh Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah, Ustadz Daden Sukendar, ini, pantauan lensabhineka.com sore ini (2.9.2019) sudah sampai pada penjelasan rukun sholat yang kelima yaitu Rukuk yang mengupas tentang batasan minimal dan sempurnanya rukuk bagi orang yang shalat berdiri dan yang shalat duduk, serta sejarah kapan Rasulullah mulai melaksanakan rukuk di dalam Shalat. Dimana pada halaman 29 Kitab Kaifiatus Shalat ada penjelasan yang dikutif penyusun Kaifiatu shalah dari kitab Hasyiah Syarhu Sittiin ternyata Shalat yang pertama kali Rasulullah melaksanakan Rukuk di dalamnya adalah shalat ‘Asyar yang paginya setelah Rasulullah SAW selesai Isra Mi’raj.

Kemudian penjelasanpun dilanjutkan dengan rukun shalat yang ke enam yaitu tumaninah dalam rukuk, seraya dipaparkan bahwa Tumaninah disini maksudnya diam setelah bergerak dalam rukuk “Sukuunun ba’da harokatin fiihi“. Menjelang ditutup do’a penjelasan pun sampai kepada rukun sholat yang ke 7 dan 8. Yaitu bangkit dari rukuk atau i’tidal dan Tumaninah dalam i’tidal. “Alhamdulilah hari ini sudah sampai kepada penjelasan rukun shalat yang kedelapan, smoga bermanfaat”. Harap Daden

Sementara itu, Operational Manager BNI Syari’ah Kantor Cabang Sukabumi, Jajang Raharjo, menyampaikan bahwa kebijakan ini dijalankan sebagai upaya bersama Branch Manager Kantor Cabang BNI Syari’ah Sukabumi, Bambang Hartopo, untuk mendorong seluruh pengelola BNI Syariah Sukabumi agar dapat mencapai kebarokahan dalam setiap aktifitas pelayanan di BNI Syari’ah serta upaya pembinaan Staf dan Karyawan lahir dan bathin. “Ini hanya ikhtiar kecil kami, semoga bermanfaat, terlebih kami mendapat pencerahan dari ustadz bahwa shalat merupakan ruhnya ibadah dan menurut hadits bahwa amal yang akan pertama kali di hisab oleh Allah SWT adalah Shalat”. Pungkasnya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan