Komnas Perempuan Kumpulkan Puluhan Aktivis Reformis Lokal

0
285
Salurkan Donasi Anda untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan yang dilaksanakan LENSA melalui rekening a.n YAYASAN LENSA BHINEKA NUSANTARA : 1. Bank Mandiri : (182-00-01377747-2), 2. BNI Syariah : (0782859358), 3. BRI : (4413-01-020121-53-6), dan 4. BJB : (0091819961100). Semoga bantuan Anda membawa Manfaat untuk semua. Aamiin..

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) RI, kumpulkan para aktivis yang tergabung dalam Komunitas Reformis Lokal dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tajuk “Konsultasi Nasional Masyarakt Sipil : Pembahasan Strategi Advokasi Kebijakan Diskriminatif” yang dihadiri oleh puluhan aktivis dari berbagai daerah di Indonesia dan dilaksanakan di Auditorium Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta (25-28.11.20).

Menurut Komisioner Komnas Perempuan yang juga sebagai Ketua Gugus Kerja Perempuan dalam Konstitusi dan Hukum Nasional (GK-PKHN) Komnas Perempuan RI, Imam Nahe’i, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghimpun masukan pada strategi langkah advokasi kebijakan pemenuhan hak konstitusional perempuan, dengan salah satu tantangannya pada pasa pandemi covid-19, termasuk perkembangan kebijakan diskriminatif dan kondusif yang ada sekitar 5 tahun belakangan paska dokumentasi komnas perempun (2017-2020). ” Dari kegiatana ini diharapkan dapat menghimpun masukan langkah strategis advokasi kebijakan pemenuhan hak-hak konstitusional perempuan bagik di masa normal maupun pandemi”. Ucapnya.

Hadir dalam kegiatan ini para komisioner Komnas Perempuan dan aktivis reformis lokal dari berbagai daerah, diantaranya perwakilan LAPAN Maluku, Lambu Ina Sulawesi Tenggara, Aliansi Sumut Bersatu, SAPA Institute Bandung, LENSA Sukabumi, Jakatarub, Satu Nama Yogyakarta, SAKA Pontianak, dan lainnya. Direktur Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (LENSA) Sukabumi yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya dapat mengikuti keigatan konsultasi nasional tersebut. “Saya memberikan Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Komnas Perempuan yang sudah melaksanakan kegiatan ini secara rutin sebagai upaya merawat jaringan yang sudah terbentuk di Indonesia sebagai media komunikasi lintas aktivis, yang sangat berguna bagi kontinuitas gerakan”. Tuturnya.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa rumusan terkait strategi advokasi kebijakan yang dapat melahirkan kebijakan kondusif dan meminimalisir lahirnya kebijakan diskriminatif di di Indonesia dalam rangka pemenuhan hak-hak konstritusional Perempuan Indoensia. Diantara hasil yang diperoleh Para Peserta Konsultasi Nasional berhasil merumuskan hal-hal yang terkait dengan apa yang perlu di sosialisasikan, siapa yang perlu terlibat didalamnya, dan peran apa yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak. Disamping itu ada pula rumusan pengetahuan baru, alat kerja baru dan mekanisme yang digunakan dalam advokasi kebijakan tersebut. Hal ini terungkap dari salahsatu peserta konsultasi nasional, Lulu, dari SAKA Pontianak.”yang saya tangkap paling tidak ada empat rumusan yang dihasilkan meliputi , sosialisasi, pengetahuan baru, alat kerja baru dan mekanisme yang dapat dilakukan dalam advokasi kebijakan”. Ungkapnya.

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan