Lensa Sukabumi Ikuti Workshop Integrasi Layanan Isu KBB dan Kelompok Marginal

Sukabumi – Secara global, data kekerasan terhadap perempuan terbaru menunjukkan 30% perempuan berusia 15 tahun ke atas telah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual dari pasangannya selama hidupnya.

Sementara itu di Indonesia, pada tahun 2016, 2 dari 3 perempuan usia 15-16 tahun pernah menjadi korban kekerasan (BPS,2016). Di tahun yang sama Komnas Perempuan mencatat sebanyak 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan (Catahu Komnas Perempuan 2017).

Baca juga : STOP 15 Jenis Kekerasan Pada Perempuan

Sejak 2004 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang terlaporkan,rata-rata meningkat sekitar 10% hingga 40% setiap tahunnya. Data-data yang terdokumentasikan diatas menunjukkan kekerasan terhadap perempuan masih membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak untuk memberikan layanan bagi korban.

Dalam upaya memberikan layanan yang efektif bagi perempuan korban, Forum Pengada Layanan untuk perempuan korban kekerasan (FPL) telah dan sendang melakukan berbagai upaya. Di antara upaya tersebut adalah penyediaan modul pelatihan bagi paralegal. Namun demikian, modul ini masih bersifat umum dan belum menjawab kebutuhan spesifik perempuan korban kekerasan yang berasal dari kalangan minoritas termasuk perempuan dari kelompok keragaman dan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Temuan di lapangan, perempuan-perempauan ini memiliki tingkat kerentanan yang berlapis untuk mengalami diskriminasi dan kekerasan.

Lihat juga : YALBHINUS Gelar Training Menulis dan Manajemen Website

Di sisi lain, ada kesenjangan antara kenyataan layanan bagi kelompok-kelompok tersebut dengan kemampuan yang dimiliki oleh FPL maupun oleh komunitas paralegal yang diinisiasi oleh FPL.

Kemampuan yang perlu ditingkatkan tersebut adalah pemahaman tentang kebebasan beragama serta berkeyakinan serta keberagaman gender dan sexualitas. Oleh karena itu, penting bagi pengurus dan anggota FPL untuk memahami kedua isu tersebut sehingga ke depan bisa mengadopsinya ke dalam modul pelatihan yang akan dibuat untuk kelompok paralegal dan melakukan pelatihan mandiri kepada paralegal yang terpilih berdasar modul yang telah dibuat.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.