Melawan Ingat

Agak sedikit aneh mebaca judulnya, sebenarnya apa yang salah dari si “Ingat” sehingga harus dilawan?. So, judul ini hanya bumbu sebenarnya. Meski demikian, tentunya yang saya tulis akan ada korelasinya dengan judul yang saya tentukan.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dari si “Ingat”, karena si “Ingat” ini bukan nama pencopet, koruptor atau sejenis profesi terlarang lainnya. Ya, lagi-lagi subjeknya yang akan saya jadikan pembahasan. So, daripada bertele-tele Let’s begin!. 😊

Sebenarnya, judul Melawan ingat ini terinspirasi dari piikiran saya sendiri (inspirasi, opini atau apalah itu namanya), karena yang sering saya dan mungin teman-teman dengar adalah Melawan Lupa. So, Melawan Lupa itu biasa sehingga saya menuntut diri untuk mencari yang berbeda (Melawan Arus – apalagi ini), karena yang berbeda adalah yang juara dan luar biasa.

Mendengar kata Melawan, yang terkesan adalah sebuah sikap keras atau frontalnya seseorang untuk mempertahankan apa yang sedang dia yakini. Namun, apa yang terkesan belum tentu sesuai dengan yang terpesan.

Selanjutnya, Ingat. Ya, ingat itu berarti tidak lupa (udah gitu aja). Sahabat, dalam mengarungi setiap wahana kehidupan ini, ada yang harus selalu kita ingat dan ada pula yang harus kita lupa. Selain itu, dalam mengingat dan melupakan pun banyak klasifikasinya, ada yang harus segera di ingat dan ada yang harus segera di lupakan. So, Pada kesempatan ini, saya berfikir bahwa ada pula Ingat yang harus dilawan, sehingga judul tulisannya “Melawan Ingat”.

Melawan Ingat adalah opini saya yang arti atau makna sederhananya adalah melawan kangen (hehe lebay). Ya, penomena kangen-kangenan yang mungkin terjadi sejak masa awal penciptaan manusia dengan segala teorinya ini sangat diperbincagkan. Sehingga lebih jelasnya, maksud saya “Melawan Ingat” ialah mengingatkan generasi muda pada khusunya agar lebih bisa fokus dan efektif dalam mengarungi bahtera kehiduapan ini.

Baca Juga : Teknolgi mengganggu Toleransi dan Keragaman ?

Tingkat fokus yang lebih tinggi akan menjadikan siapapun lebih cepat menggapai impiannya. Fakta yang sering kita temui saat ini adalah banyaknya anak mudah yang gagal fokus sehingga menghambat penggapaian impiannya.

Masa sekolah, menjadi waktu mereka menghabiskan masanya seolah sedang menjalankan program Keluarga Berencana. Waktu mereka habis digunakan untuk memahami lawan jenisnya, seolah mereka akan menikah besok atau bahkan seperti akan punya anak besok (guprak).

Penyebab Susah Melawan Ingat

Sekali lagi penyebab utamanya adalah suguhan berbagai macam konten yang bisa dikatakan negatif terutama melalui sarana penunjang atau teknologi dalam hal ini alat atau media-media yang sering mereka gunakan atau lihat.

Saat ini, apa yang bisa kita lihat di Televisi (TV)? Ya, suguhan-suguhan tanpa batasan usia. Sehingga tontonan bisa menjadi tuntunan yang menyesatkan. Sekarang, sudah jarang kita menjumpai siaran/acara TV yang kontennya menyuguhkan lagu-lagu, kreativitas atau apalah itu yang sesuai untuk anak yang masih dibawah umur. Intinya, media (TV salah satu contohnya) saat ini dikuasai oleh orang-orang dewasa tidak jelas (oknum), belum lagi campuran acara dari luar negeri yang bebas di tayangkan di TV nasional yang aksesnya bisa dinikmati secara gratis bahkan sampai ke pelosok perkampungan.

Solusi Susah Melawan Ingat

Sekali lagi, melawan ingat adalah Melawan rasa kangen (tidak tepat dan tidak sehat) remaja agar mereka lebih fokus menggapai segala impianya. Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai solusi susahnya melawan ingat ini. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan positif untuk remaja dan juga meninjau kembali tentang peraturan penyiaran yang sudah ada.

Karena semua diantara kita paham bahwa media inilah yang menjadi pengaruh besar terhadap perkembangan remaja yang ada. Tentunya tidak hanya hal itu solusinya, mungkin sahabat pembaca memiliki ide yang lebih kongkrit untuk menyelesaikan persoalan ini. Tentunya yang lebih jelas, setiap orang sesuai dengan profesi dan tanggung jawabnya memilik peran dan cara masing-masing sesuai kapasitas dan zona lingkungan yang ada.

Sebagai penutup, kita simpulkan mari kita melawan ingat (hal-hal tidak penting dan belum saatnya) pada remaja sehingga mereka lebih fokus dan menjadi generasi harapan agama, negara dan bangsa. Salam

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.